032【Studio Game Bintang Hitam】
Waktu kelahiran paling awal studio game kemungkinan terjadi pada tahun 2001, bertepatan dengan masa di mana Legenda sedang merajai seluruh negeri. Banyak bos besar yang punya uang pun turut terjun ke dalam game ini, berkuasa dan menghamburkan uang tanpa berpikir dua kali. Dibandingkan dengan para pemain biasa yang harus mengumpulkan material dan koin sendiri, para sultan game tentu tak sudi membuang waktu dan lebih memilih membayar orang lain untuk melakukannya.
Lambat laun, terbentuklah sebuah kelompok yang berfokus mencari nafkah dari permainan game. Di mata kebanyakan orang, mereka hanyalah sekumpulan pemuda yang kecanduan internet, tapi jarang ada yang tahu bahwa penghasilan bulanan mereka bisa saja setara dengan gaji beberapa bulan atau bahkan setahun orang biasa.
Studio Game Bintang Hitam adalah salah satu studio profesional pertama yang muncul di dalam negeri, didirikan oleh Liu Xing, yang juga merupakan bos studio, dan memulai usahanya berkat Legenda. Kala itu, Liu Xing hanyalah seorang mahasiswa biasa yang karena terlalu asyik bermain Legenda, sampai-sampai melalaikan kuliahnya. Bukan hanya skripsinya yang gagal, ia juga harus mengulang beberapa mata kuliah.
Namun, keberuntungan pun datang. Di dalam game, ia berhasil mendapatkan Pedang Naga yang sangat langka saat itu, dan akhirnya pedang itu dibeli oleh seorang “kakak besar” dari guild dengan harga fantastis: dua belas juta. Melihat betapa menguntungkannya bermain game, Liu Xing pun memutuskan untuk serius menekuni dunia Legenda, merekrut tujuh hingga delapan orang dan bekerja tanpa henti di warnet, memburu koin dan material game selama dua puluh empat jam. Dengan nama studio game yang ia pelopori, dalam beberapa tahun terakhir, nama Liu Xing pun semakin terkenal di dunia game.
Kini, Studio Bintang Hitam memiliki lebih dari dua puluh karyawan yang fokus mencari nafkah dari tiga game berbeda. Sesekali mereka juga “nyambi” menjadi pedagang, membeli barang dengan harga murah untuk dijual mahal. Namun, satu tahun belakangan ini, pekerjaan sebagai studio game tidak lagi semudah dulu. Di satu sisi, persaingan semakin ketat, dan di sisi lain, Legenda mulai menurun popularitasnya, sedangkan game daring lain belum mampu menyaingi pengaruh Legenda.
Setiap hari, Liu Xing hanya bisa duduk di depan komputer, cemas memikirkan keadaan, dan berharap para pengembang game segera merilis game daring baru yang bisa menjadi hits, sehingga ia dan timnya bisa masuk dan meraup untung besar.
“Bulan lalu pemasukan kita berkurang lagi lebih dari sepuluh juta. Kalau terus begini, sepertinya harus memangkas jumlah karyawan,” gumam Liu Xing penuh kekhawatiran setelah selesai menghitung laporan keuangan, menatap para pemuda di studio yang sedang bekerja keras di dalam game.
Jangan kira jumlah orang di studionya banyak berarti semuanya mudah. Beban biaya pun besar, mulai dari makan tiga kali sehari yang harus ia tanggung, belum termasuk rokok, minuman, listrik, dan biaya internet. Walaupun Liu Xing sudah bisa membeli rumah baru dari hasil studio, dan mengendarai BMW, itu tak menghalangi impiannya untuk membeli mobil baru akhir tahun ini dan sebuah vila tahun depan.
Tiba-tiba, saat itu juga, seorang pemuda yang sedang bermain game dengan semangat berdiri, “Kak Liu, aku baru saja dapat Pedang Keputusan!”
“Pedang Keputusan? Dari server mana?” tanya Liu Xing dengan mata berbinar. Meski setahun belakangan ini harga Pedang Keputusan semakin menurun dan tiap server harganya berbeda, di server termurah pun masih mudah dijual dua hingga tiga juta.
Jika mengambil separuh keuntungan, tetap saja bisa mendapat sekitar satu setengah juta.
“Dari server ketiga!” jawab pemuda itu.
Liu Xing cepat-cepat mencatatnya di buku, lalu menoleh, “Baik, sudah aku catat. Ingat, simpan pedangnya di gudang, jangan sampai diambil orang. Nanti aku login, kamu langsung transfer ke aku.”
“Siap, Kak Liu.” Pemuda itu duduk kembali dengan wajah penuh semangat. Para pencari nafkah lain di sekitarnya menatapnya dengan iri.
Satu Pedang Keputusan saja, walaupun setengah keuntungan diambil studio, tetap saja bisa mendapat lebih dari satu juta. Itu jauh lebih mudah daripada bekerja keras mengumpulkan koin dan material setiap hari.
Tiba-tiba, saat Liu Xing hendak masuk ke game untuk mengambil Pedang Keputusan, notifikasi dari aplikasi pesan berbunyi. Ia membuka pesan itu, ternyata dari seorang admin server privat yang ia kenal.
Karena setengah tahun terakhir kinerja studio menurun, Liu Xing kadang membawa orang-orang studionya menjadi “pemeran” di server privat, untuk meramaikan server baru dan berpura-pura seolah-olah ada guild besar yang masuk, sehingga menarik pemain lain untuk bergabung.
Maklum saja, sekarang sistem guild sudah umum. Banyak pemain tahu, jika suatu server ada guild besar yang masuk, masa depan server itu pasti akan ramai dan menguntungkan.
“Liu, gimana bisnis studio belakangan ini?”
“Masih lumayan, nggak sampai kelaparan. Ada apa? Server kalian butuh orang?”
“Tenaga masih cukup, aku cuma mau kasih info bagus nih.”
“Info bagus? Coba jelaskan.”
“Studio kalian belakangan ini pasti sedang sepi job, kan? Mau nggak aku rekomendasikan platform buat promosi, sekalian biar transaksi sama pelanggan nggak kena tipu?”
“Platform? Platform apa?” Melihat ada jaminan transaksi aman, Liu Xing langsung tertarik. Walaupun sekarang ia sudah terkenal dan sering dicari pemain di dalam game, tetap saja masih banyak oknum penipu.
Awalnya, mereka akan transfer uang dulu, berlagak seperti orang kaya. Tapi setelah kenal, mereka akan beralasan butuh cepat, lalu menipu Liu Xing dengan mengambil barang senilai jutaan tanpa membayar.
Itu sudah terjadi lebih dari sekali-dua kali!
Padahal prinsip Liu Xing adalah uang dulu, baru barang, tapi beberapa pelanggan sultan yang biasa belanja tujuh hingga delapan juta lebih suka barang dulu, baru bayar.
Liu Xing tak bisa menyinggung mereka, apalagi banyak orang tahu studio Bintang Hitam terkenal dengan efisiensinya. Hal itu membuatnya sering menjadi korban penipuan.
Meskipun saat ini perbankan online pribadi sudah mulai diterapkan di beberapa daerah dan bank, mayoritas orang masih belum paham cara transfer melalui internet banking.
Ditambah lagi, biaya layanan internet banking saat itu sangat mahal, jadi banyak orang tetap memilih transfer langsung lewat bank. Selain bebas biaya tambahan, juga menghindari risiko kesalahan saat bertransaksi online.
Beberapa saat kemudian,
Barulah Liu Xing paham maksud “platform” yang dimaksud lawan bicaranya. Ia pun menyalin alamat situs yang dikirim, lalu membukanya di browser.
“9527, Platform Transaksi Game Online Pertama di Seluruh Negeri.”
“9527, Aman dan Terjamin!”
Tampilan situs itu benar-benar profesional, Liu Xing jadi penasaran dan menjelajahinya, kemudian langsung membuka halaman Legenda.
Ia pun dibuat tercengang.
Di kategori Legenda, pesanan terpampang sangat banyak dan rapat, sampai membuat mata berkunang-kunang.
“Sebanyak ini orang yang pakai?”
Liu Xing mengernyitkan dahi, membuka salah satu pesanan. Ternyata itu pesanan di server utama Legenda dan status transaksinya sudah selesai.
Tanggal transaksi selesai bahkan baru setengah jam yang lalu.
“Pantas saja belakangan ini makin sedikit yang beli koin dan material, rupanya mereka semua pindah ke platform ini.”
Melihat banyaknya pesanan, Liu Xing membuka beberapa pesanan lain, tanggal transaksi ada yang lama, ada yang baru, tapi kebanyakan dari hari ini dan kemarin.
Kemudian ia juga membuka beberapa game lain yang sedang digarap studionya, dan ternyata jumlah pesanan di sana juga tak kalah banyak.
Setelah menjelajah sekitar sepuluh menit, Liu Xing mulai memahami sistem situs tersebut.
Setelah berpikir sejenak, Liu Xing kembali membuka aplikasi pesan, mencari admin server privat tadi dan mengirim pesan.
“Katamu bisa promosi, gimana caranya?”
Tak lama kemudian, pesan balasan pun muncul.
“Tambahkan nomor ini di aplikasi pesan.”