Potensi
Pada saat yang sama, langkah Starsea Entertainment juga berlangsung sangat cepat. Begitu film berakhir, lagu tema "Ikan Besar" langsung tersedia di situs Musik NetCloud. Hal ini membuat banyak penonton yang baru saja menonton film dan tertarik dengan lagu penutupnya bisa dengan mudah menemukan sumber lagunya.
Di kantor departemen aransemen, Pak Han menatap layar komputer tanpa berkedip, sementara mouse-nya terus-menerus mengklik tombol refresh di laman Musik NetCloud.
Untuk lagu "Ikan Besar" ini, meski ia sangat yakin lagu itu akan meledak, ia tetap saja tak bisa menahan diri untuk menyaksikan sendiri momen itu.
Dan kenyataannya memang seperti yang ia duga.
Baru sepuluh menit setelah lagu itu dirilis, jumlah unduhan "Ikan Besar" sudah menembus lima puluh ribu! Komentar di bawah lagu tersebut pun menumpuk begitu cepat hingga tampak seperti gunung.
"Aduh, akhirnya aku menemukan juga sumber lagu ini..."
"Hahaha, komentar di atas terdengar terlalu putus asa!"
"Putar ulang terus!!!"
"+1 untuk komentar di atas!!"
"Jujur saja, aransemen dan lirik lagu ini benar-benar luar biasa, apalagi liriknya. Lirik inilah inti dari film itu!"
"Jangan lupa, kakak Qin Yao yang menyanyikan lagu ini juga hebat! Lagu sebagus apa pun tanpa penyanyi yang bagus tetap saja sia-sia!"
"Benar, kakak Qin Yao juga sangat cantik, loh!"
"Ayo semua, cari blog kakak Qin Yao dan beri dia follow dulu!!"
"....."
Tak hanya penonton yang baru selesai menonton film, bahkan orang-orang yang sekadar lewat pun terpikat oleh komentar-komentar di lagu itu.
"Serius nih, lagunya sehebat itu? Temanku pulang dari bioskop matanya bengkak semua..."
"Dengar saja tidak cukup, lihat sendiri baru percaya, buruan beli tiket dan nonton!"
"Hahaha, aku sudah beli tiket tengah malam ini, duduk di pojok sendirian, siapa mau beli kursi di sebelahku (ღ˘⌣˘ღ)"
Segera saja, para pengamat pun menemukan hal baru yang menarik di daftar detail lagu ini!
"Eh, kalian sadar nggak sih, komposer dan arranger lagu ini orangnya sama lagi!!"
"Kayu Ikan... Kayu Ikan... nama yang sangat familiar!"
"Masa sih, masih ada yang belum tahu nama besar Kak Ikan kita?"
"Wkwk... komentar di atas lucu banget, kamu sudah pernah lihat Kayu Ikan? Siapa tahu dia perempuan?"
"Kalau begitu, aku bakal ngefans berat!! ٩(๑´3`๑)۶"
"Oh iya, aku ingat, lagu 'Cinta Membara' yang dulu nomor satu di daftar pendatang baru juga dia yang bikin musik dan liriknya!"
"Kak Ikan di dunia maya, diam-diam menghanyutkan!"
"Kayu Ikan ini hebat banget, jangan-jangan dia itu seorang komposer senior yang pakai akun kecil, bulan lalu baru saja juara pendatang baru, sekarang 'Ikan Besar' juga bikin geger!"
".........."
"Hehehe..."
Di depan layar komputer, Pak Han menopang dagu sambil membaca komentar itu, tubuhnya bergetar karena menahan tawa.
Meski ia belum sempat menonton "Kisah Kun dan Chun", dari komentar para netizen ia sudah bisa menebak sedikit banyak isinya.
Ternyata kali ini anak itu benar-benar membuat heboh, bahkan "Kisah Kun dan Chun" secara tidak langsung jadi iklan gratis buat mereka.
"Pemasaran yang sempurna..."
Pak Han tertawa kecil, dalam hati ia membatin: Anak itu seperti lubang tanpa dasar, tak ada yang tahu seberapa dalam kemampuannya.
Bagi orang lain, membuat lagu berkualitas tinggi butuh tenaga dan waktu yang entah berapa banyak, tetapi di tangannya, lagu-lagu bagus terus saja mengalir tanpa henti.
Ia jadi mulai bertanya-tanya, apakah dirinya memang sudah tua, sebab dunia para genius saat ini benar-benar sukar dipahami.
Namun, jika tren seperti ini terus berlanjut, dalam beberapa tahun saja, dunia komposer seluruh Tiongkok bakal melahirkan monster baru. Pada diri Chen Ming, Pak Han melihat potensi seorang komposer tingkat tujuh.
Itulah yang paling ia nantikan.
Tentu saja, jika ia tahu bahwa beberapa hari lalu Chen Ming juga memberikan satu lagu lagi untuk Lin Yun, mungkin penilaiannya tentang potensi itu harus dinaikkan lagi.
.....
Seperti kata pepatah, ada yang senang ada yang gundah.
Di kantor manajer artis.
Saat ini Lin Yun sedang mondar-mandir dengan cemas di depan meja komputernya. Suara ketukan sepatu hak tingginya bergema di ruangan kantor yang kosong.
Sebelumnya, ia sudah mengirimkan lagu "Dasar Laut" kepada Min Yun. Namun hingga sekarang, ia belum menerima balasan apa pun.
Untuk lagu "Dasar Laut" ini, ia sangat yakin akan kualitasnya. Begitu mendengar untuk pertama kali, hatinya langsung terpaut.
Tak mungkin Min Yun sama sekali tak merasakan apa-apa!
Ditambah lagi dengan manuver dari Tiancheng Entertainment sebelumnya, membuat Lin Yun semakin gelisah.
"Jangan-jangan dia sudah tanda tangan dengan Tiancheng... jangan... jangan sampai..." Lin Yun bergumam pelan sambil terus berjalan.
Saat itu juga, ponselnya berdering.
Lin Yun buru-buru mengangkatnya, terlihat bahwa Min Yun yang menelepon.
Akhirnya, setelah penantian panjang!
Namun sebelum ia sempat menjawab, Lin Yun malah teringat... jangan-jangan ini telepon penolakan!
Begitu panggilan tersambung, suara Min Yun terdengar di seberang sana.
"Halo, apakah ini Manajer Lin?"
"Benar, saya Lin Yun..."
"Maaf sudah membuat Anda menunggu lama..." Suara Min Yun terdengar menyesal, namun kemudian nadanya berubah menjadi mantap, "Saya menerima undangan kontrak Anda. Saya senang menjadi bagian dari Starsea, ke depannya mohon bimbingan dari Kak Lin!"
Mendengar itu, Lin Yun tertegun...
Bukan penolakan?
Menerima... menerima?
Untungnya, kemampuan beradaptasi Lin Yun membuatnya segera kembali sadar. Meski sangat gembira, ia tetap menjawab dengan nada biasa, "Tak masalah..."
Lalu ia berkata dengan suara berat, "Memilih Starsea tidak akan membuatmu menyesal..."
"Yup, tapi saya punya satu syarat, lagu 'Dasar Laut' harus jadi single perdana saya."
Di seberang, Lin Yun tertawa kecil, "Tenang saja, itu bisa kita masukkan ke dalam kontrak. Kapan kau ada waktu, kita tanda tangan kontrak."
"Aku selalu punya waktu, besok aku bisa langsung ke Kota Ajaib..."
"Bagus, sampai besok sore. Kita akan bahas detail kontrak saat bertemu. Pintu Starsea selalu terbuka untukmu!"
"Siap..."
Min Yun langsung setuju, dan tidak ada keberatan sedikit pun terhadap ucapan Lin Yun, terutama karena lagu "Dasar Laut" yang baru sekali didengar langsung membuatnya jatuh cinta.
Dibandingkan lagu dari Tiancheng, rasanya bagaikan langit dan bumi.
Kalau soal ketulusan, Starsea memang tidak punya komposer senior, tapi kualitas lagunya luar biasa!
"Ikan Besar" dan "Cinta Membara 105°C" adalah dua contoh nyata.
"Baiklah!"
Selesai menutup telepon, Lin Yun langsung menjatuhkan diri ke kursi, tubuhnya benar-benar rileks, lalu sudut bibirnya terangkat, dan tawa bahagia perlahan keluar dari mulutnya.
"Hahahaha...."