Bab Lima Puluh Tujuh: Kedatangan Yin San, Pendekar Tahap Fondasi!
Terbentuknya fondasi sempurna menandakan bahwa kali ini tak ada lagi keraguan dalam terobosan yang tengah berlangsung. Aura di tubuh Yin seketika meluap seperti gelombang pasang yang dahsyat, naik dengan kecepatan luar biasa.
Di sisi lain, Kuang Yuan untuk pertama kalinya menyaksikan kegaduhan yang ditimbulkan oleh terobosan seorang kultivator. Dari permukaan, tampaknya tak sebesar keramaian para pendekar bela diri. Namun, ketika fondasi Dao mulai benar-benar terbentuk, raut wajahnya langsung berubah, hatinya dilanda keterkejutan yang tak terucapkan.
Seluruh ruang meditasi bergema riuh. Di hadapannya tampak matahari terbit, perputaran empat musim, samudera berubah menjadi daratan dan sebaliknya. Terdapat nuansa aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, seolah ia berdiri di hadapan gunung raksasa, menimbulkan rasa kecil yang tak terelakkan.
Ia menatap tetua agung yang begitu dekat di hadapannya, dan untuk pertama kalinya ia merasakan begitu jelas perbedaan antara pendekar dan kultivator!
“Inikah... yang disebut kultivator?!”
Ia berbisik pada dirinya sendiri, seluruh tubuhnya terpaksa menempel ke dinding, tak ada satu pun bagian tubuhnya yang bisa ia kendalikan. Ia tahu, di hadapan seorang kultivator tahap fondasi seperti tetua agung, hidup dan matinya benar-benar hanya bergantung pada satu pikiran saja.
Saat itu, diam-diam timbul rasa iri di hatinya. Jalan kultivator memang terlalu kuat!
Namun, dalam sekejap ia kembali sadar. Ia mengerti, meski jalan ini kuat, namun sulit ditempuh dan butuh bakat luar biasa. Selama ribuan tahun di Suku Huntuo, hanya tetua agung lah yang memiliki bakat seperti itu!
Kini, di bawah cakupan kesadaran spiritual Yin, segalanya tunduk pada kehendaknya. Namun ia belum bisa benar-benar mengendalikan kekuatan barunya yang meluap. Ia harus menunggu hingga seluruh proses peningkatan selesai, baru ia bisa menarik kembali auranya agar Kuang Yuan tak lagi tertekan.
Memasuki tahap fondasi, ia bisa merasakan usianya bertambah hingga dua ratus tahun, membuatnya sangat gembira. Pada saat bersamaan, perubahan kekuatan membuatnya sadar, kini bahkan puluhan hingga ratusan pendekar tahap akhir lautan qi pun tak mampu mendekatinya.
Tahap fondasi dan tahap pengolahan qi serupa langit dan bumi. Di tahap fondasi, kemampuan melayang di udara meningkat pesat, menempuh ribuan li dalam sehari bukan lagi perkara sulit.
“Fondasi sempurna... Tak menyangka aku mampu membentuk fondasi tertinggi seperti ini.” Yin bergumam dalam hati, dan ia paham, penolong terbesarnya kali ini adalah tujuh ramuan agung itu. Tak heran, peninggalan leluhur tersebut benar-benar tak ternilai!
Ia bersyair lantang, “Sembilan puluh dua tahun menempuh jalan tapabrata, akhirnya mendirikan fondasi dalam upaya meraih keabadian.”
Ia berdiri dari bantalan duduk, seluruh auranya menghilang, lalu mengibaskan lengan dengan senyum, dan ruang meditasi yang kacau balau pun pulih seperti semula.
“Selamat, Tetua Agung.”
Menyadari dirinya sudah bisa bergerak, Kuang Yuan mengucapkan selamat, wajahnya memancarkan kegembiraan bercampur rasa hormat.
Namun rasa hormat itu segera sirna, sebab bagi Kuang Yuan, Yin adalah guru sekaligus ayah, tak sepantasnya memberi jarak hanya karena perbedaan kekuatan.
Yin merasakan perubahan hati Kuang Yuan, lalu berkata dengan hangat, “Yuan, kau tak perlu iri dengan jalanku sebagai kultivator. Jalan bela diri pun tak kalah luas dan dalam. Saat ini aku hanya lebih dulu menapakinya, selama kau melangkah mantap, suatu hari nanti kau bisa menyusul dan bahkan melampauiku.”
“Baik, ajaran Guru akan selalu kuingat.”
Keduanya kembali saling tersenyum.
...
Di lautan dunia, wajah Xu Sheng tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Kultivator tahap fondasi, adalah tonggak yang luar biasa besar. Dalam beberapa tahun ujian masuk universitas terakhir, ia belum pernah mendengar ada warganya yang mampu mencapainya. Catatan sebelumnya pun terlalu lama berlalu, para guru juga jarang menggunakannya sebagai contoh, sehingga ia tak begitu tahu.
“Jadi sekarang aku menciptakan rekor baru lagi?” Xu Sheng bergumam pelan. Meski saat ini belum ada orang lain yang tahu kabar ini, sehingga ia merasa kegembiraannya kurang tersampaikan, namun secara keseluruhan ia amat bersemangat.
Tujuh ramuan agung adalah benda langka yang luar biasa. Jika bukan karena ia menukarnya, dunia mana pun takkan mampu menumbuhkannya, karena untuk terbentuk dibutuhkan hukum alam yang sangat ketat.
Walaupun ramuan itu ampuh dan bisa dipakai berulang kali, tapi setiap pemakaiannya pun menghabiskan sumber daya tak sedikit. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan Suku Huntuo, entah kapan bisa diperbanyak dalam skala besar.
“Andai saja ada yang berbakat luar biasa dalam hal tanaman.” Ia tak dapat menahan diri untuk menginginkannya.
Bakat tanaman yang tinggi sangat cocok menjadi ahli ramuan atau ahli pil, dan jika kelak ia memfokuskan diri di bidang itu, serta dibantu seorang ahli pandai besi, maka keseluruhan sistem sudah hampir lengkap.
Bukan asal-asalan, ini adalah kombinasi klasik yang diajarkan dalam pelajaran “Kombinasi Profesi”.
Yakni, pasukan, pemerintahan, dan logistik.
Kultivator dan pendekar masuk dalam pasukan, menjadi tombak terkuat.
Tabib, ahli pil, pandai besi (ahli alat, tukang besi) membentuk logistik, menjadi perisai terkuat.
Tetua, kepala suku, pemimpin, walikota, dan sejenisnya adalah pemerintahan, pemegang tombak dan perisai.
Ketiganya membentuk satu kesatuan. Dalam sistem dunia kecil, ketiga jenis sumber daya manusia ini harus terus menerus tersedia agar sumber daya dapat segera diubah menjadi kekuatan.
Seperti Yin dan Kuang Yuan, kini mereka memegang tombak dan perisai sekaligus menjadi pemegangnya.
Tak diragukan lagi, ini membebani mereka. Dengan bakat yang mereka miliki, seharusnya mereka tidak disibukkan oleh urusan duniawi. Keterbatasan manusia takkan mampu menanggung segalanya, sepenuhnya menekuni peningkatan kekuatan adalah pilihan paling tepat.
Mereka pun ingin demikian, namun tak ada pilihan lain, karena Suku Huntuo belum melahirkan orang yang mampu menggantikan posisi mereka.
Kharisma yang mereka miliki dalam suku sudah mencapai puncak, menjadi tumpuan kedua dan ketiga setelah Xu Sheng sendiri.
“Hanya bisa menunggu lagi, siapa tahu kelak ada yang lahir seperti Kuang Yuan.”
Mata Xu Sheng memancarkan harap. Jika benar terjadi, ia pasti akan merayakannya besar-besaran, memberi hadiah makan enak untuk dirinya sendiri.
Namun ia tahu, kemungkinan besar itu hanyalah angan-angannya.
[Catatan]: Ras bawahan Anda, Batu Abu-abu, baru saja mengadakan ritual untuk Anda, menghasilkan dua belas poin dupa.
Sebuah pemberitahuan mendadak menarik perhatiannya.
Setelah membaca, sudut bibirnya berkedut, lalu ia menoleh ke sudut kanan bawah dunia kecilnya.
Di sana, ratusan Batu Abu-abu tengah hidup dan berkembang biak.
Ketika pertama kali mendapatkan mereka, Xu Sheng sempat bersemangat karena terpengaruh informasi tentang penangkapan manusia ikan oleh Deng Huan, namun segera ia kecewa karena dupa yang dihasilkan hanya sepersepuluh dari manusia, sehingga minatnya hilang seketika.
Selain itu, laju perkembangbiakan mereka sangat lambat, manusia sudah berkembang empat atau lima generasi, mereka baru satu generasi. Lebih parah lagi, keinginan berkembang biak mereka sangat rendah, dan setelah mengetahui lingkungan mereka aman, sepanjang hari hanya makan dan tidur bergantian, bahkan babi hidupnya tak senyaman mereka.
Dulu ia tak terlalu memikirkannya, namun kini Xu Sheng justru mendapat inspirasi baru saat melihat Batu Abu-abu tersebut.
Sudah cukup lama sejak ekspedisi dunia luar terakhir, sudah saatnya melakukan penaklukan dunia luar lagi.
Semangat juang harus dipupuk. Dalam ujian praktik yang lalu, ia sudah merasakan generasi pendekar Suku Huntuo makin malas, kemampuan menghadapi bahaya pun jauh menurun.
“Kalau begitu, setelah pembangunan kota rampung, kita mulai penaklukan dunia luar yang kedua!”
Tatapan Xu Sheng mengeras, keputusan pun telah diambil.