Namaku Lu Yu. Awalnya, aku hanya berniat membeli sistem manajemen perusahaan hiburan di semenanjung ini, supaya bisa meraup keuntungan di negeri sendiri. Namun, tanpa kusadari, aku justru terseret mas
“Bagaimana rasanya menjadi jaksa, Pak Li?” tanya Lu Yu dengan nada menggoda pada pria di depannya yang mengenakan sweater hitam.
Li Xianzhu hanya bisa menghela napas. “Rasanya apanya? Kau sendiri tahu bagaimana keadaan negara kita ini.”
“Aku tidak bisa menangani hal-hal besar. Sehari-hari hanya meneliti berkas perkara, sesekali bahkan harus menghentikan penyelidikan.”
“Kadang aku juga bertanya-tanya, untuk apa dulu aku repot-repot mengikuti ujian ini?”
Li Xianzhu menggaruk rambutnya, tampak pasrah. Ia kemudian melirik Lu Yu dan bertanya, “Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin datang ke sini?”
Lu Yu mendorong koper hitamnya, roda-rodanya berderak di lantai. Ia membuka air mineral yang diberikan Li Xianzhu, melirik labelnya.
Tentu saja, tulisannya dalam bahasa Korea yang tak dipahaminya.
Dengan bahasa Inggris yang lancar, Lu Yu menjelaskan, “Aku cuma jalan-jalan, sekalian ingin melihat-lihat budaya hiburan dan sistem di sini. Siapa tahu nanti bisa dibeli dan diadaptasi di negara kami.”
“Perusahaan kecil tempatku bekerja sedang mengincar industri hiburan, ingin mencicipi kue besar itu.”
“Tapi yang paling penting, aku ke sini untuk bersenang-senang.”
Lu Yu berkata santai, lalu memasukkan kopernya ke bagasi mobil Li Xianzhu. “Tolong antar aku ke daerah Yongsan, ya, Pak Jaksa. Kalau tidak ada halangan, mungkin aku akan tinggal di sini beberapa bulan.”
Setelah membacakan alamatnya, Lu Yu duduk santai di kursi belakang.
Seorang jaksa di negara ini, jumlahnya hanya sekitar seribu lima ratus orang, punya kekuasaan