Bab 17: Serangan Penuh (Hari ini dijanjikan lima bab)
Huang Shaotian melangkah mendekati Ye Feng. Tatapan Ye Feng tertuju padanya—tampaknya orang ini pasti sedang merencanakan sesuatu lagi.
"Ye Feng, tak kusangka kau juga sarapan di sini. Setelah meninggalkan Ding Tian, apakah hidupmu baik-baik saja?"
Tanpa ekspresi, Ye Feng menjawab, "Itu bukan urusanmu. Silakan menyingkir!"
"Ye Feng, kita ini saudara. Kalau kau merasa dunia luar terlalu berat, Ding Tian selalu menyambutmu kembali!"
Mendengar perkataan Huang Shaotian, Ye Feng sama sekali tak menunjukkan emosi. Ia berhenti di samping Huang Shaotian.
"Tiga puluh tahun di hulu, tiga puluh tahun di hilir. Nasibku tidak serapuh yang kau kira. Saat kita bertemu lagi, itulah hari kehancuran Ding Tian!"
Selesai bicara, Ye Feng tanpa ragu melangkah melewati Huang Shaotian. Bahkan Yan Yu yang berdiri di pintu pun tak diliriknya.
Wajah Huang Shaotian seketika berubah murka, ia membentak, "Ye Feng, jangan terlalu sombong! Aku, Huang Shaotian, menantangmu! Tapi kuharap kau tidak sudah mati kelaparan di jalanan."
Yan Yu menatap punggung Ye Feng yang kian menjauh. Kata-kata yang sempat ingin ia ucapkan mendadak menguap begitu saja. Ia hanya bisa mengantarkan kepergian Ye Feng dengan pandangan.
Ye Feng sengaja memutari beberapa blok untuk memastikan tak ada yang mengikuti, baru kemudian kembali ke tempat tinggalnya. Mulai hari ini, Ye Feng yang dulu takkan pernah ada lagi.
Di gedung Ding Tian, seseorang bergegas masuk ke kantor Huang Shaotian.
"Ketua, aku kehilangan jejaknya," ucap orang itu lirih sambil menunduk.
Huang Shaotian murka, "Tak berguna!"
"Ketua, tapi selama mengikutinya tadi, ia tidak punya tempat tinggal tetap."
"Hmph, cuma gelandangan saja sudah berani bicara besar di hadapanku. Pergilah, begitu ada kabar soal Ye Feng, segera laporkan padaku. Akan kutunjukkan padanya akibat menentangku!"
"Mengerti!"
Begitu masuk ke dalam permainan, Ye Feng langsung melihat notifikasi kenaikan level. Kini ia sudah mencapai level 6, dan tak lama lagi akan naik ke level 7. Kali ini, Ye Feng tak mau berlama-lama lagi di desa pemula, karena waktu yang tersisa baginya sudah tak banyak.
Ia melirik papan peringkat. Ternyata peringkat satu sudah level 9 dan sebentar lagi akan mencapai level 10 dan keluar dari desa pemula. Namun, nama-nama di papan peringkat tampak redup—tanda mereka sudah keluar untuk beristirahat setelah bermalam-malam begadang.
Sebagai kepala desa, Ye Feng mendekati sang apoteker.
"Kepala desa, ada perlu apa?" tanya apoteker.
Ye Feng menjawab, "Tentu saja ada. Ada tidak ramuan untuk memulihkan mana dan ramuan untuk memulihkan darah di sini?"
Apoteker tertawa hangat, "Kepala desa, jangan-jangan Anda lupa pekerjaanku. Aku apoteker desa ini, tentu saja aku punya semua itu! Apa kepala desa sedang butuh?"
Ye Feng mengelus dagunya, "Ya, aku membutuhkan. Aku ingin memberi hadiah pada para pejuang kita. Sejak mereka datang, keamanan desa meningkat pesat. Monster pun semakin jarang mengganggu desa."
"Haha, benar sekali kata kepala desa. Sudah waktunya mereka diberi hadiah. Ini ramuan-ramuannya, ambil saja dulu. Kalau kurang, tinggal bilang, stokku masih banyak!"
[Ding! Notifikasi sistem: Mendapatkan Ramuan Darah Tingkat Dasar x100, Ramuan Mana Tingkat Dasar x100.]
Ye Feng begitu gembira. Sekali ambil langsung dapat seratus ramuan dasar, bahkan setelah keluar dari desa pemula pun rasanya tetap tak akan habis.
Ramuan Darah Tingkat Dasar: dalam 15 detik, memulihkan 120 poin darah.
Ramuan Mana Tingkat Dasar: dalam 15 detik, memulihkan 200 poin mana.
Ye Feng melirik statusnya, kini darahnya sudah 600 poin, tapi bar mana kosong. Ini karena Ye Feng belum memilih profesi, jadi hanya darah yang terlihat—tidak semua profesi punya mana. Ksatria contohnya, tidak memiliki mana. Pemanah terbagi antara pemanah fisik dan pemanah sihir, pemanah fisik pun tidak memerlukan mana.
Meski hanya memulihkan 120 darah selama 15 detik, rasanya agak sedikit, mengingat darahnya sudah 600 poin. Tapi Ye Feng tak terlalu memikirkan itu. Dua set ramuan gratis sudah cukup. Ia melirik daftar harga apoteker—satu set ramuan dasar yang berisi sepuluh buah harganya satu koin perak. Di awal permainan, yang mampu membeli ramuan biasanya hanya para sultan atau ketua guild. (1 koin emas = 100 koin perak = 10.000 koin tembaga.)
Ramuan yang ia kantongi kini bernilai sepuluh koin emas. Ye Feng mendadak merasa dirinya kaya.
Setelah menyiapkan semua yang dibutuhkan, Ye Feng langsung menuju ke tambang. Di salah satu sudut tambang, ia menggunakan kemampuan penyamaran. Sekejap, ia berubah menjadi penyihir kegelapan tersembunyi dengan tongkat kayu di tangan.
Sudah menyamar sebagai pemain, Ye Feng kembali ke desa pemula. Menatap kepala desa yang berdiri di tengah desa, ia merasa agak canggung. Tapi ia segera bergerak cepat menuju luar desa.
Kini ia sudah level 6, untuk naik level harus membunuh monster level 6, bahkan level 7 atau 8. Tanpa banyak membuang waktu, Ye Feng langsung menuju area monster level 7.
Di jalan, karena Ye Feng adalah penyihir—profesi yang cukup digemari di awal permainan berkat daya serangnya yang tinggi—banyak tim suka mengajak penyihir agar memburu monster jadi lebih efisien.
"Hei, bro, mau gabung tim untuk berburu monster? Tim kami punya tank, jadi monster takkan bisa menyentuhmu!"
Ye Feng menggeleng sopan, "Terima kasih, timku sudah menunggu di depan."
Karena ditolak, orang itu pun tak tersinggung. Tidak semua orang suka main berkelompok, apalagi Ye Feng bilang sudah punya tim di depan.
Begitu melewati area monster level 6 dan tiba di hadapan banteng liar level 7, Ye Feng baru benar-benar tahu apa itu banteng liar. Tak heran di jalan ia sering mendengar orang menyebut monster ini sangat sulit dibunuh.
Banteng Liar: Level 7, darah 800.
Darah sebanyak 800 untuk monster level 7 memang tebal. Sebelumnya, monster level 6 yang Ye Feng temui hanya punya 500 darah. Kini bertambah 300, tapi hasil yang didapat dari banteng liar juga lebih besar dibanding monster level 6.
Ye Feng mengayunkan tongkat, meluncurkan bola api hitam ke arah seekor banteng liar.
"Brak!"
Api hitam mengenai tubuh banteng liar, yang langsung melenguh kesakitan. Angka kerusakan pun melayang di atas kepalanya.
"-50"
Belum habis rasa heran Ye Feng melihat tingginya kerusakan, api hitam itu masih membakar tubuh banteng liar dan satu angka lagi muncul.
"-20"
Hal pertama yang terlintas di benak Ye Feng adalah efek luka bakar. Tak disangka, profesi tersembunyi ini sungguh luar biasa, sekali serang bisa mengurangi darah banteng liar sebanyak 70 poin—benar-benar di luar nalar.
Sebelumnya, ketika melihat orang lain membunuh banteng liar, kerusakan tertinggi yang mereka hasilkan hanya 20-30 poin. Namun kini, Ye Feng bisa mengurangi 70 poin sekaligus—benar-benar luar biasa.
Dari kejauhan, seseorang memperhatikan Ye Feng yang sedang melawan banteng liar sendirian, lalu mencibir, "Hmph, penyihir itu berani-beraninya melawan banteng liar sendirian. Nanti kalau mati pun tak tahu sebabnya!"
Sementara itu, banteng liar yang diserang mulai balik menyerang. Serangan utamanya adalah menabrak dan menanduk. Karena jarak Ye Feng dan banteng liar masih cukup jauh, banteng itu langsung menerjang ke arahnya.
Ye Feng mengangkat tangan dan kembali meluncurkan bola api hitam ke arah banteng liar yang sedang berlari. Serangan itu kembali mengenai banteng liar dan membuatnya terhenti. Dua angka kerusakan pun kembali muncul. Kini Ye Feng yakin, efeknya benar-benar luka bakar.
Ye Feng terus bergerak, menarik banteng liar sambil menyerang dari jauh—teknik yang sering disebut 'kite'. Darah banteng liar pun terus berkurang dengan cepat. Dalam waktu kurang dari satu menit, sebelum banteng liar sempat mendekat, Ye Feng sudah berhasil menumbangkannya.