Bab 20 Siapa yang Mengirim Pembunuh Itu
Saat ini, sang pembunuh telah berhasil dikendalikan oleh para pengawal keluarga Su dan sedang ditekan di tengah aula.
Su Tiande duduk di kursi paling atas dengan bantuan kedua cucu perempuannya. Ia menggenggam erat tangan Su Qingcheng, seolah sedang merasakan kehangatan satu sama lain di saat genting ini. Sejujurnya, Su Tiande merasa sangat terharu. Sebelumnya, ia memang bersikap keterlaluan terhadap Su Qingcheng, namun cucunya itu tidak menyimpan dendam sedikit pun, bahkan tetap bersikap baik seperti biasanya. Saat bahaya datang, ia pun menjadi orang pertama yang berdiri melindungi Su Tiande. Di mana lagi bisa menemukan cucu sebaik ini?
"Katakan, siapa yang mengirimmu?" tanya Su Tiande dengan geram kepada si pembunuh di bawah sana.
Si pembunuh hanya mencibir mendengar pertanyaan itu. "Kau pikir aku akan memberitahumu?"
Memang benar, sebagian besar pembunuh bayaran adalah orang-orang yang nekat. Mereka tidak peduli akan hal-hal semacam itu. Terlebih lagi, untuk melakukan aksi pembunuhan di tempat seperti ini, mereka pasti telah menerima bayaran besar dari sang majikan. Jika dengan mudahnya ia membocorkan siapa pemberi tugasnya, tentu ia tidak akan mendapatkan uang tersebut. Jangankan sekarang saat ia sudah tertangkap, bahkan jika ia berhasil pun, ia tidak boleh melanggar aturan profesinya.
Su Tiande yang masih terguncang oleh kejadian tadi merasa dadanya sesak karena amarah. Ia memukul meja dan berdiri dengan gusar. "Kau!!!"
Su Qingcheng dan Su Muwan segera maju untuk menenangkan kakek mereka. "Kakek, jangan marah lagi..."
"Benar, Kakek, tenanglah..."
Melihat situasi tersebut, Lu Feng melangkah maju. "Tuan Su, tenanglah sejenak. Saya punya cara untuk menghadapinya."
Mendengar itu, ekspresi Su Tiande sedikit melunak, namun ia masih menatap Lu Feng dengan bingung. "Tuan Lu, apa yang akan Anda lakukan?"
Lu Feng tersenyum tipis, lalu berjalan mendekati si pembunuh. Tiba-tiba, ia menginjak kaki si pembunuh dengan keras hingga terdengar bunyi tulang retak.
Seketika itu juga, jeritan pilu si pembunuh menggema di seluruh aula. Melihat pemandangan itu, Su Qingcheng dan Su Muwan tidak tahan dan berpaling karena tidak sanggup menyaksikannya. Su Tiande pun merasa bingung, "Tuan Lu, apa yang sedang Anda lakukan?"
"Tubuh manusia terbuat dari daging. Rasa sakit itu ia rasakan sendiri, jadi biarkan dia yang memilih apa yang harus dilakukan," ujar Lu Feng sambil berjongkok dan mencengkeram dagu si pembunuh.
"Di zaman dahulu, interogasi kriminal selalu menggunakan siksaan kejam. Sekarang aturan itu memang tidak ada, tetapi karena saya belajar bela diri dan pengobatan sejak kecil, tentu saya punya banyak cara untuk membuatmu menderita luar biasa namun tetap membiarkanmu bernapas. Jika kau sanggup bertahan, mari kita lihat siapa yang lebih kuat!"
Begitu Lu Feng menekan ujung jarinya, dagu pria itu seolah remuk, disusul dengan jeritan yang dua kali lebih keras dari sebelumnya. Su Tiande dan yang lainnya akhirnya memahami metode Lu Feng. Meskipun mereka terkejut, mereka tidak bisa berkata apa-apa. Saat ini, yang bisa mereka lakukan hanyalah menghela napas, karena mereka sendiri tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik.
Sebelum si pembunuh sempat bereaksi, Lu Feng kembali menendang tulang rusuknya. Terdengar bunyi retakan lagi, dan tulang rusuknya patah seketika. Serangkaian hantaman berat itu membuat si pembunuh berkeringat dingin karena kesakitan. Seluruh tubuhnya tampak sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan.
Sambil terengah-engah menahan sakit, ia berteriak, "Jangan!!! Jangan, hentikan..."
Lu Feng berhenti sejenak dan bertanya dengan suara pelan, "Jadi, apa kau sudah berniat mengungkap siapa dalang di balik semua ini?"
Keringat sebesar biji jagung mengucur deras dari dahi si pembunuh bagaikan air mengalir. Ia mengangguk lalu berkata, "Saya diperintah oleh keluarga Liu... orang-orang dari keluarga Liu yang menyuruh saya melakukannya!"
Keluarga Liu yang dimaksud adalah Grup Liu, satu-satunya perusahaan yang mampu menyaingi Grup Su saat ini. Keduanya selalu bersaing sengit dalam dunia bisnis. Namun, pertarungan mereka selama ini selalu dilakukan dengan cara yang jujur dan jarang menggunakan taktik kotor seperti ini. Oleh karena itu, Lu Feng tidak percaya pada ucapan si pembunuh.
Lu Feng berjongkok dan tiba-tiba mencekik leher si pembunuh. Tekanan tangannya perlahan meningkat hingga wajah si pembunuh berubah warna menjadi keunguan. Ia berusaha menarik tangan Lu Feng untuk melonggarkan cengkeraman, namun meski telah mengerahkan seluruh kekuatannya, ia tetap tidak mampu melepaskan tangan Lu Feng.
Wajah si pembunuh semakin memburuk, dan hawa membunuh Lu Feng kian terasa kuat. Tepat saat si pembunuh hampir kehilangan napas, ia akhirnya melontarkan dua kata, "Su Jian—"
Pada saat yang sama, Lu Feng melepaskan cengkeramannya. Ia menoleh ke arah Su Tiande, "Apakah Anda mendengarnya? Si pembunuh mengatakan bahwa dia dikirim oleh Su Jian untuk menghabisi Anda!"
Su Tiande terbelalak tidak percaya, matanya membesar hingga ia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Su Qingcheng di sampingnya segera berseru, "Ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin ayah yang melakukan ini! Dia berbohong, pembunuh ini berbohong... Bukankah tadi dia bilang orang dari keluarga Liu yang melakukannya!?"
Jelas sekali, baik Su Tiande maupun Su Qingcheng tidak ingin percaya bahwa Su Jian adalah pelakunya. Su Muwan pun merasa bingung, "Tuan Lu, bukankah tadi si pembunuh sudah mengaku bahwa ini adalah perbuatan keluarga Liu? Mengapa Anda terus menekannya hingga dia menyebutkan nama paman?"
Lu Feng menjawab dengan dingin, "Kalian pikir dengan beberapa kali siksaan, seorang pembunuh bayaran akan langsung mengakui dalang yang sebenarnya?"
"Kalian percaya begitu saja saat dia menyebut keluarga Liu?"
"Kalian pasti lupa, Grup Liu memang selalu memusuhi Grup Su, namun perselisihan mereka selalu terjadi secara terbuka. Lagipula, seandainya Grup Liu ingin menghancurkan Grup Su, apa gunanya melukai Tuan Su? Bukankah seharusnya mereka melenyapkan Su Qingcheng dan Su Muwan yang menjalankan operasional perusahaan? Orang tua yang sudah tidak terlibat dalam keputusan bisnis apa pun, membunuhnya hanyalah tindakan sia-sia yang justru membawa masalah baru!"
Argumen Lu Feng sangat masuk akal, membuat Su Qingcheng dan Su Tiande tertegun. Su Muwan pun mulai berpikir dengan saksama, "Tuan Lu, jadi maksud Anda, pengakuan si pembunuh mengenai keluarga Liu tadi hanyalah omong kosong?"
"Tentu saja. Dia sudah menerima uang, jadi dia tidak akan mudah membocorkan majikan aslinya. Menyebut keluarga Liu hanyalah cara untuk menutupi jejak pelaku yang sebenarnya!"