Di sebuah forum terkenal dengan tingkat kecerdasan rendah, Li Yang melihat sebuah unggahan. "Aku akan segera terlahir kembali, tapi hanya bisa membawa satu benda. Tolong bantu aku memilih apa yang seb
“Aku lulusan sarjana, menuntut pasangan juga sarjana, itu tidak berlebihan kan?”
“Tidak berlebihan.”
“Aku punya mobil, menuntut pihak pria punya rumah, itu tidak berlebihan kan?”
“Tidak berlebihan.”
“Gajiku tiga ratus juta setahun, menuntut pihak pria berpenghasilan lima ratus juta setahun, itu tidak berlebihan kan?”
“Itu juga tidak berlebihan.”
Di taman jodoh Kota Sungai, seorang pria dan wanita duduk berhadapan. Si wanita bicara lancar penuh rasa percaya diri, sementara si pria menjawab sekenanya.
Wanita itu merasa dirinya dilecehkan, lalu bertanya, “Li Yang, apa-apaan sikapmu itu? Kamu pria tiga puluh dua tahun, tidak pernah kuliah, tabungan cuma dua puluh juta, orang tua juga tidak punya pensiun, rumah dan mobil pun tak punya, aku mau datang saja sudah sangat menghargaimu tahu!”
Li Yang menatap wanita yang wajahnya bahkan tak sebaik prinsip hidupnya itu, lalu berkata dengan nada putus asa, “Mbak, umurmu sudah empat puluh dua!”
Wanita itu langsung membentak, “Kamu panggil siapa mbak? Memangnya kenapa kalau aku empat puluh dua? Aku lulusan sarjana, gaji tiga ratus juta setahun, kamu siapa? Meremehkanku?”
“Aku mana berani? Lagi pula, aku juga tidak niat ngobrol sama Anda, Anda sendiri yang ke sini nyamperin aku.”
Wanita itu marah, “Coba keliling pasar sini, ada berapa perempuan yang kondisinya sebagus aku? Menurutku, selain wajahmu yang lumayan, kamu tidak ada kelebihan lain! Jangan-jangan kamu mengira aku naksir kamu? Lucu banget! Kamu pikir aku tidak laku?”
“Mana mungkin? Di desa kami, ada seorang gadis tujuh pu